Oleh: wulanhastari | Juni 6, 2008

IKAN LAUT ATAU IKAN AIR TAWAR?

DI BALIK BERBAGAI KELEBIHANYA, ADA IKAN LAUT MAUPUN AIR TAWAR YANG TAK BAIK BAGI KESEHATAN.LANTAS, MANA YANG COCOK UNTUK KITA?

Ketika virus Flu Burung merebak, tidak sedikit orang yang tidak berani mengonsumsi daging unggas. Mereka mamilih ikan laut maupun air tawar sebagai pengganti agar tetap mendapatkan protein hewani.

Namun yang terlepas dari perhatian, tak semua jenis ikan baik untuk kesehatan. Ada beberapa jenis ikan yang bagi sebagian orang harus dihindari.

Lantas, ikan mana yang aman dikonsumsi? Berdasarkan tempat hidupnya jenis ikan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu ikan air tawar, ikan air laut dan ikan air payu.

IKAN LAUT

Jenis ikan yang termasuk dalam ikan laut tidak hanya binatang laut yang dapat barnafas menggunakan insang. Kelompok crustacea, seperti udang dan kerang juga termasuk ikan laut. Tetapi lebih tepatnya disebut dengan produk laut.

Kategori ikan laut masih terbagi lagi menjadi dua, yaitu ikan (produk laut) berkadar kolesterol tinggi dan tidak mengandung kadar kolesterol tinggi.

Ikan yang tinggi kadar kolesterolnya seyogyanya dihindari. Kalaupun tetap ingin mengonsumsi, jangan lupa untuk membatasi jumlahnya.

Namun khusus bagi yang menderita hipertensi dan stroke dilarang mengonsumsinya. Sebab membahayakan kesehatan.

Jenis ikan (produk laut) tinggi kolesterol dan harus dihindari antara lain: udang jerbung, lobster, udang windu, rebon, kepiting, cumi-cumi, kerang, rajungan dan lorjuk.

Ikan laut yang tidak mengandung kolesterol terbagi dalam dua kategori, yaitu ikan tanpa kolesterol tapi tidak mengandung asam lemak omega 3 dan ikan tanpa kolesterol mengandung omega 3.

Jenis ikan laut tanpa kolesterol tanpa omega 3 antara lain baronang, kakap merah, tengiri, kerapu, belanak, bawal, ikan ekor kucing, dorang, cucut, ikan kembung, tongkol, maubara dan teri nasi. Ikan laut kelompok ini baik dikonsumsi oleh kalangan semua usia, bahkan penderita stroke dan hipertensi sekalipun.

Kelompok ikan laut berikut ini paling digemari dan dicari karena kandungan omega 3-nya tinggi sekaligus bebas kolesterol. Jenisnya antara lain salmon, mackerel, tuna dan sarden.

Beberapa ikan tersebut mengandung omega 3 dalam dagingnya karena habitatnya yang berada dikedalaman laut.

IKAN AIR TAWAR

Pada umumnya semua jenis ikan air tawar lebih aman dikonsumsi oleh segala usia. Sebab relatif sedikit mengandung kolesterol bahkan hampir tidak ada. Tapi tunggu dulu, tidak semua ikan air tawar boleh dikonsumsi oleh penderita kolesterol.Ikan lele dumbo (lele berukuran besar), ikan patin yang dibudidayakan dan belut, sebaiknya dihindari karena kandungan lemaknya tinggi.

Lantas ikan air tawar apa yang boleh dan aman dikonsumsi semua usia dan penderita penyakit tertentu?

Pilih saja ikan gabus, ikan lele (bukan lele dumbo), gurami, nila, ikan mas, wader, mujahir, ikan keting, ikan betik (papuyuh), ikan tawes dan ikan sepat.

IKAN AIR PAYAU

Air payau adalah campuran antara air laut dan air tawar. Tak banyak jenis ikan yang hidup di air payau. Jenis ikan yang media hidupnya air payau antara lain banden dan belida. Meskipun di air payau tapi sifatnya lebih cenderung ke ikan air tawar. Begitu pula dengan kandungan nutrisnya. Sehingga ikan bandeng dan ikan belida relatif aman dikonsumsi oleh segala usia

PENTINGNYA OMEGA 3

Baik jenis ikan tawar, laut atau ikan payau secara garis basar kaya protein. Protein berguna bagi tubuh sebagai zat pembangun, misalnya pada anak-anak sangat berperan untuk perkembangan tubuh dan sel otaknya. Sedangkan pada orang dewasa, apabila terjadi luka, memar dan sebagainya, maka protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak.

Protein juga baik untuk sistem pencernaan, memperkuat sistem daya tahan tubuh, membantu sistem pernapasan, menghasilkan hormon dan enzim serta fungsi protein lainya.

Selain protein, jenis lemak didalam ikan (asam linoleat) setelah melalui proses metabolism dalam tubuh manusia akan menghasilkan asam lemak yang dikemudian dikenal dengan nama omega 3.

Manfaat omega 3 buat bayi, sangat penting untuk perkembangan fungsi saraf dan penglihatan bahkan jauh sebelum bayi lahir, persisnya saat proses tumbuh kembang otak janin mulai berjalan, ibu hamil sangat dianjurkan mengonsumsi makanan sumber omega 3.

Bila pada masa tersebut cukup tersedia omega 3 maka anak tersebut akan tumbuh dengan potensi keverdasan maksimal.

Diusia dewasa, omega 3 punya peranan khusus. Otak, susunan saraf pusat, saraf tulang punggung, sebagian besar terdiri atas asam lemak tidak jenuh (esensial).

Terjadi degenerasi (kerusakan) susunan saraf banyak disebabkan oleh kurangnya asam lemak esensial (omega 3) yang bisa menyebabkan hilangnya daya ingat di usia dan menengah dan turunnya fungsi otak secara drastis.

Omega 3 berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tunuh dan menghambat beberapa jenis kanker. Juga menurunkan resiko penyakit jantung koroner hingga 50persen, menekan kolesterol jahat (LDL) sehimgga mengurangi resiko aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) yang sering menyebabkan penyakit jantung koroner atau srtoke.

Omega 3 selain bisa menurunkan kadar kolesterol darah, bisa mengatasi beban penderita penyakit asma, rematik, penyakit kulit, komplikasi diabetes dan kanker payudara.

TABEL KANDUNGAN NUTRISI (DALAM TIAP 100 GRAM BAHAN)

NAMA IKAN

ENERGI

PROTEIN

LEMAK

KH

KALSIUM

FOSFOR

VIT-C

Bader

198 Kkal

19 g

13 g

0 g

48 mg

150 mg

545 mg

Bandeng

129 Kkal

20 g

4,8 g

0 g

20 mg

150 mg

545 mg

Baronang

78 Kkal

14,5 g

0,6 g

3,7 g

26 mg

521 mg

732 mg

Bawal

96 Kkal

19 g

1,7 g

0 g

20 mg

150 mg

545 mg

Belut

70 Kkal

14,6 g

0,8 g

1 g

49 mg

155 mg

0 mg

Cumi-cumi

75 Kkal

16,1 g

0,7 g

0,1 g

32 mg

200 mg

0 mg

Gabus

80 Kkal

16,2 g

0,5 g

2,6 g

178 mg

139 mg

0 mg

Gurami

192 Kkal

12,7 g

10,1 g

12,7 g

283 mg

169 mg

0 mg

Kakap

92 Kkal

20 g

0,7 g

0 g

20 mg

200 mg

0 mg

Kerang

59 Kkal

8 g

1,1 g

3,6 g

133 mg

170 mg

0 mg

Kepiting

151 Kkal

13,8 g

3,8 g

14,1 g

210 mg

250 mg

0 mg

Lele

372 Kkal

7,8 g

36,3 g

3,5 g

289 mg

295 mg

0 mg

Mas

86 Kkal

16 g

2 g

0 g

20 mg

150 mg

0 mg

Mujahir

89 Kkal

18,7 g

1 g

O g

96 mg

209 mg

0 mg

Patin

132 Kkal

17 g

6,6 g

1,1 g

31 mg

173 mg

0 mg

Rajungan

76 Kkal

12,1 g

2 g

2,4 g

21 mg

214 mg

0 mg

Rebon

81 Kkal

16,2 g

1,2 g

0,7 g

757 mg

292 mg

0 mg

Sardines

109 Kkal

19,9 g

1,8 g

3,4 g

95 mg

597 mg

0 mg

Teri nasi

144 Kkal

32,5 g

0,6 g

0 g

1000 mg

1000 mg

0 mg

Udang

91 Kkal

21 g

0,2 g

0 g

136 mg

136 mg

0 mg

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: